Desa Sungai Rukam I
Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong
Dari Perpustakaan Lahir Peluang Usaha, 20 Ibu Rumah Tangga Desa Sungai Rukam I Ikuti Pelatihan Olahan Kue Program Pustaka BISA

SerawanINews - Sungai Rukam I, 23 Juli 2026, Aroma harum kue yang baru matang memenuhi ruangan Perpustakaan Desa Sungai Rukam I selama dua hari terakhir. Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang belajar yang produktif, tidak hanya melalui buku, tetapi juga melalui praktik keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebanyak 20 ibu rumah tangga Desa Sungai Rukam I mengikuti Pelatihan Pembuatan Olahan Kue yang dilaksanakan pada Rabu–Kamis (22–23 Juli 2026) dalam kegiatan Pustaka BISA (Belajar dan Berlatih) sebagai bagian dari Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Desa Sungai Rukam I ini diselenggarakan sekaligus dibiayai oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong sebagai bentuk komitmen menghadirkan perpustakaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan keterampilan.
Peserta pelatihan Pustaka BISA mengikuti praktik pembuatan kue sus di Perpustakaan Desa Sungai Rukam I, Rabu (22/7/2026). Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung membuat tiga jenis kue yang memiliki peluang usaha cukup menjanjikan, yaitu kue sus, pie buah, dan kue sosis solo. Dengan penuh semangat, peserta mempelajari setiap tahapan mulai dari pemilihan bahan, teknik membuat adonan, proses memanggang hingga penyajian produk agar memiliki kualitas yang layak dipasarkan.
Suasana pelatihan berlangsung sangat interaktif. Sesekali terdengar gelak tawa ketika peserta saling membantu menghias pie buah maupun mengisi vla pada kue sus. Bagi sebagian peserta, pelatihan ini menjadi pengalaman pertama membuat kue dengan teknik yang benar.
Narasumber pelatihan, Halimah, Owner Dapur H5H Desa Sungai Rukam I, mengatakan bahwa ilmu yang dimiliki akan lebih bermanfaat apabila dibagikan kepada orang lain.
"Berbagi ilmu itu tidak apa-apa. Rezeki sudah ada yang mengatur. Justru ketika kita mau berbagi pengalaman dan keterampilan, akan semakin banyak orang yang bisa berkembang bersama. Saya berharap ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini berani mencoba membuka usaha dari rumah," ujar Halimah.
Owner Dapur H5H Desa Sungai Rukam I, Halimah, memberikan arahan kepada peserta saat praktik pembuatan pie buah dalam kegiatan Pustaka BISA di Perpustakaan Desa Sungai Rukam I
Menurutnya, usaha kuliner merupakan salah satu peluang yang dapat dimulai dengan modal yang relatif terjangkau, namun memiliki prospek yang baik apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong, Yumilda Triningsih, S.H., menjelaskan bahwa perpustakaan saat ini telah mengalami perubahan fungsi yang sangat signifikan.
"Perpustakaan sekarang bukan sekadar tempat membaca. Perpustakaan juga menjadi tempat masyarakat belajar, berlatih, meningkatkan keterampilan, bahkan menciptakan peluang usaha. Melalui program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, kami ingin perpustakaan benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkapnya.
Ia berharap pelatihan seperti ini mampu melahirkan pelaku-pelaku usaha baru di desa yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Hasil olahan kue sus, pie buah, dan sosis solo setelah mengikuti pelatihan selama dua hari di Perpustakaan Desa Sungai Rukam I
Program Pustaka BISA (Belajar dan Berlatih) merupakan salah satu inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya meningkatkan budaya membaca, perpustakaan juga diarahkan menjadi ruang berbagi pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan inovasi.
Kepala Perpustakaan Desa Sungai Rukam I berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat diterapkan menjadi usaha rumahan maupun dikembangkan menjadi produk unggulan desa.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Desa Sungai Rukam I kembali membuktikan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat mencari ilmu melalui lembaran buku, tetapi juga tempat lahirnya keterampilan, tumbuhnya kreativitas, dan terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Perpustakaan yang hebat bukan hanya yang ramai dikunjungi untuk membaca, tetapi yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat."

Faith Yusriyannur Riza, SH, Kp
18 Mei 2026 12:54:44
Makin maju, tertata dan menjadi desa mandiri👍...